Tips Membuat Riset Tesis dengan Menggunakan Jasa Riset Tesis

oleh Admin Jul 05, 2018 Insight

Tips Membuat Riset Tesis dengan Menggunakan Jasa Riset Tesis


Menempuh pendidikan magister merupakan proses akademik yang membutuhkan kemampuan berpikir lebih mendalam dibandingkan jenjang pendidikan sebelumnya. Setelah menyelesaikan berbagai mata kuliah, membaca banyak referensi, mengikuti diskusi, dan mempelajari berbagai persoalan sesuai bidang keilmuan, mahasiswa S2 pada akhirnya akan menghadapi salah satu tahap penting dalam penyelesaian studinya, yaitu penyusunan tesis. Tesis bukan hanya dokumen yang harus diselesaikan untuk memperoleh gelar, tetapi juga menjadi bentuk pertanggungjawaban akademik atas kemampuan mahasiswa dalam memahami suatu persoalan dan membahasnya menggunakan pendekatan ilmiah.

Banyak mahasiswa mengalami hambatan ketika memasuki tahap penyusunan tesis. Persoalan tersebut dapat muncul sejak menentukan topik, merumuskan masalah penelitian, mencari referensi, menentukan metode, memperoleh data, melakukan pengolahan data, sampai menyusun pembahasan dan kesimpulan. Hambatan juga dapat semakin besar ketika mahasiswa harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, aktivitas akademik, dan kewajiban penelitian. Kondisi tersebut membuat perencanaan penelitian menjadi sangat penting agar penyusunan tesis tidak berhenti di tengah jalan.

Pada tahap awal, mahasiswa sebaiknya tidak terburu-buru menentukan topik hanya karena topik tersebut sedang populer. Tema penelitian perlu disesuaikan dengan bidang keilmuan, kemampuan peneliti, ketersediaan data, waktu yang dimiliki, serta metode yang dapat dikuasai. Topik yang terlihat menarik tetapi sulit memperoleh datanya dapat menjadi masalah serius ketika penelitian sudah berjalan. Karena itu, kelayakan penelitian perlu dipertimbangkan sejak awal.

Tesis sebagai Karya Ilmiah

Tesis merupakan karya ilmiah yang disusun mahasiswa program magister berdasarkan proses penelitian atau kajian akademik sesuai ketentuan program studi. Melalui tesis, mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan kemampuan dalam mengidentifikasi persoalan, menggunakan landasan teori, memilih metode penelitian, melakukan analisis, serta menyusun kesimpulan berdasarkan hasil kajian yang dilakukan.

Tesis juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan kedalaman pemahaman terhadap bidang yang dipelajari. Oleh karena itu, mahasiswa sebaiknya memahami sendiri isi tesis yang disusunnya. Kemampuan memahami penelitian akan sangat membantu ketika mahasiswa harus menjelaskan alasan memilih topik, teori, metode, sumber data, maupun hasil penelitian dalam proses bimbingan dan ujian.

Penyusunan tesis secara mandiri bukan berarti mahasiswa harus bekerja tanpa bantuan siapa pun. Mahasiswa tetap dapat berdiskusi dengan dosen pembimbing, berkonsultasi dengan dosen lain, berdiskusi dengan peneliti, meminta masukan mengenai metode, atau mempelajari penggunaan perangkat lunak pengolahan data. Yang penting, mahasiswa tetap memahami proses penelitian dan mampu mempertanggungjawabkan hasil akademiknya.

Menentukan Masalah Penelitian

Salah satu tahap paling penting dalam penyusunan tesis adalah menentukan masalah penelitian. Masalah yang dipilih harus cukup jelas sehingga dapat diterjemahkan menjadi pertanyaan penelitian dan tujuan penelitian. Masalah juga sebaiknya memiliki relevansi dengan bidang keilmuan yang sedang dipelajari.

Mahasiswa perlu berhati-hati memilih persoalan yang terlalu luas. Topik yang terlalu besar dapat membuat penelitian sulit dikendalikan karena membutuhkan data, waktu, dan sumber daya yang jauh lebih banyak. Sebaliknya, masalah yang terlalu sempit mungkin tidak memberikan ruang analisis yang memadai.

Pemilihan masalah juga sebaiknya mempertimbangkan kemampuan mahasiswa. Penelitian akan lebih mudah dikembangkan apabila peneliti memiliki pengetahuan awal mengenai bidang tersebut. Pemahaman awal membantu mahasiswa membaca literatur dengan lebih kritis dan mengidentifikasi teori atau konsep yang relevan.

Membaca Referensi Sebelum Melakukan Penelitian

Setelah menentukan topik, mahasiswa perlu melakukan penelusuran literatur. Membaca penelitian terdahulu bukan bertujuan untuk menyalin karya orang lain, tetapi untuk memahami bagaimana penelitian serupa pernah dilakukan.

Penelitian terdahulu dapat membantu mahasiswa mengetahui teori yang digunakan, variabel yang diteliti, metode pengumpulan data, teknik analisis, karakteristik responden, serta kesimpulan yang telah diperoleh. Dari sini mahasiswa dapat menemukan ruang penelitian atau aspek yang masih dapat dikembangkan.

Membaca beberapa penelitian terdahulu juga membantu mahasiswa memahami struktur berpikir sebuah penelitian. Mahasiswa dapat melihat bagaimana sebuah masalah dirumuskan, bagaimana teori digunakan untuk membangun kerangka berpikir, dan bagaimana data akhirnya digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian.

Semakin baik mahasiswa memahami penelitian terdahulu, semakin mudah pula menentukan posisi penelitian yang akan dilakukan. Literatur bukan hanya berfungsi sebagai daftar referensi, tetapi menjadi dasar untuk membangun argumentasi ilmiah.

Menguasai Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan salah satu bagian yang sangat menentukan keberhasilan tesis. Metode yang dipilih harus sesuai dengan masalah, tujuan penelitian, jenis data, dan karakteristik objek yang diteliti.

Mahasiswa yang menggunakan pendekatan kuantitatif perlu memahami bagaimana variabel diukur, bagaimana sampel ditentukan, bagaimana instrumen penelitian disusun, serta bagaimana data dianalisis. Sementara penelitian kualitatif membutuhkan pemahaman mengenai teknik wawancara, observasi, dokumentasi, pengkodean, interpretasi, dan metode analisis yang sesuai.

Penguasaan metode tidak berarti mahasiswa harus menghafalkan seluruh teknik penelitian. Yang lebih penting adalah memahami alasan mengapa metode tertentu digunakan dan bagaimana hasil yang diperoleh harus diinterpretasikan.

Pentingnya Memahami Metode Statistik

Pada penelitian kuantitatif, statistik sering menjadi bagian penting dalam proses pengolahan dan analisis data. Karena itu, mahasiswa perlu memahami metode statistik yang sesuai dengan tujuan penelitiannya.

Pemilihan metode statistik tidak boleh dilakukan hanya karena metode tersebut sering digunakan oleh penelitian sebelumnya. Teknik analisis harus disesuaikan dengan jenis data, jumlah variabel, skala pengukuran, desain penelitian, serta pertanyaan yang ingin dijawab.

Kesalahan dalam memilih metode analisis dapat menyebabkan interpretasi hasil penelitian menjadi tidak tepat. Karena itu, sebelum mengumpulkan data dalam jumlah besar, mahasiswa sebaiknya memastikan terlebih dahulu bahwa metode yang akan digunakan memang sesuai dengan rancangan penelitian.

Data Merupakan Bahan Dasar Penelitian

Data merupakan salah satu komponen utama dalam penelitian. Sebagus apa pun topik yang dipilih, penelitian akan menghadapi hambatan apabila data yang dibutuhkan tidak dapat diperoleh.

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah mahasiswa memilih masalah yang terlihat sangat menarik tetapi tidak mempertimbangkan akses terhadap data. Ketika penelitian sudah disetujui, mahasiswa baru menyadari bahwa data tersebut bersifat rahasia, tidak tersedia untuk publik, membutuhkan izin khusus, atau membutuhkan waktu yang sangat lama untuk diperoleh.

Karena itu, ketersediaan data perlu diperiksa sebelum topik penelitian ditetapkan secara final. Mahasiswa sebaiknya mengetahui dari mana data akan diperoleh, siapa sumbernya, bagaimana cara mendapatkannya, dan apakah data tersebut cukup untuk menjawab pertanyaan penelitian.

Untuk beberapa penelitian bidang keuangan, misalnya, data perusahaan terbuka dapat diperoleh melalui laporan keuangan dan informasi pasar modal yang tersedia untuk publik. Ketersediaan data seperti ini dapat mempermudah proses penelitian dibandingkan penelitian yang membutuhkan akses terhadap data internal perusahaan.

Memilih Sumber Data yang Realistis

Pemilihan sumber data perlu disesuaikan dengan kemampuan dan waktu yang dimiliki mahasiswa. Penelitian yang membutuhkan akses kepada perusahaan tertentu, misalnya, dapat menjadi lebih sulit apabila perusahaan tersebut memiliki kebijakan kerahasiaan yang ketat.

Jika data primer diperlukan, mahasiswa perlu mempertimbangkan bagaimana responden akan diperoleh dan berapa lama proses pengumpulan data berlangsung. Jika menggunakan kuesioner, perlu dipikirkan jumlah responden, karakteristik responden, metode penyebaran, serta kemungkinan tingkat respons yang diperoleh.

Perencanaan seperti ini penting agar penelitian tidak berhenti hanya karena data tidak mencukupi. Data yang realistis untuk diperoleh biasanya lebih bermanfaat dibandingkan memilih topik yang terlihat sangat besar tetapi tidak memiliki akses data yang jelas.

Menggunakan Kuesioner dalam Penelitian

Kuesioner dapat digunakan ketika penelitian membutuhkan data langsung dari responden. Instrumen ini memungkinkan peneliti mengumpulkan informasi dari sejumlah responden dengan pertanyaan yang telah dirancang sebelumnya.

Namun, penyusunan kuesioner perlu dilakukan dengan hati-hati. Pertanyaan harus memiliki hubungan dengan variabel atau tujuan penelitian dan tidak boleh dibuat sekadar untuk memperbanyak jumlah pertanyaan.

Sebelum kuesioner disebarkan secara luas, instrumen sebaiknya diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan bahwa pertanyaan dapat dipahami oleh responden. Dalam penelitian tertentu, pengujian instrumen juga diperlukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya sesuai metode yang digunakan.

Mengolah Data Penelitian

Setelah data terkumpul, tahap berikutnya adalah melakukan pengolahan. Pengolahan data dapat dilakukan menggunakan perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Dalam penelitian kuantitatif, salah satu perangkat lunak yang sering digunakan adalah SPSS, meskipun terdapat berbagai aplikasi lain yang dapat digunakan.

Penggunaan perangkat lunak tidak menggantikan pemahaman terhadap metode penelitian. Program hanya membantu melakukan proses perhitungan atau pengolahan data. Peneliti tetap harus memahami mengapa analisis tertentu digunakan, bagaimana membaca output, serta apa arti hasil tersebut dalam konteks penelitian.

Jika mahasiswa mendapatkan bantuan teknis dalam penggunaan perangkat lunak, mahasiswa tetap perlu memahami proses dan hasil pengolahannya. Hal tersebut penting agar peneliti dapat menjelaskan hasil penelitian secara mandiri ketika melakukan bimbingan maupun ujian.

Menulis Tesis Secara Bertahap

Penyusunan tesis sebaiknya dilakukan secara bertahap. Menunggu hingga waktu mendekati batas akhir untuk kemudian mengerjakan seluruh bagian sekaligus dapat meningkatkan tekanan dan membuat kualitas pekerjaan menurun.

Mahasiswa dapat menyusun jadwal berdasarkan tahapan penelitian. Misalnya, periode awal digunakan untuk menentukan masalah dan membaca literatur, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan proposal, pengumpulan data, analisis, penulisan pembahasan, dan penyelesaian naskah akhir.

Pembagian pekerjaan menjadi beberapa target kecil membuat perkembangan penelitian lebih mudah dipantau. Apabila terdapat keterlambatan, mahasiswa juga dapat segera mengetahui bagian mana yang menjadi kendala sehingga dapat dicari solusinya.

Memastikan Data Sesuai dengan Rancangan Penelitian

Sebelum melakukan analisis, mahasiswa perlu memastikan bahwa data yang diperoleh benar-benar sesuai dengan kebutuhan penelitian. Kesalahan dalam mengambil atau memasukkan data dapat menyebabkan pekerjaan harus diulang.

Misalnya, karakteristik responden tidak sesuai dengan populasi penelitian, periode data berbeda dari yang direncanakan, terdapat data yang kosong, atau variabel yang dikumpulkan tidak dapat digunakan untuk analisis yang telah ditentukan.

Pemeriksaan data sejak awal akan membantu mengurangi risiko pekerjaan berulang. Semakin cepat kesalahan ditemukan, semakin mudah pula dilakukan perbaikan.

Konsultasi dengan Dosen Pembimbing

Dosen pembimbing memiliki peran penting dalam proses penyusunan tesis. Konsultasi sebaiknya dilakukan secara berkala dan tidak hanya ketika mahasiswa sudah mendekati batas waktu penyelesaian.

Bimbingan yang dilakukan secara rutin memungkinkan mahasiswa memperoleh masukan pada setiap tahap penelitian. Permasalahan yang ditemukan pada tahap awal juga dapat segera diperbaiki sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Selain dosen pembimbing, mahasiswa juga dapat berdiskusi dengan dosen lain atau pihak yang memiliki kompetensi relevan dengan topik penelitian. Diskusi tersebut dapat membantu memperluas perspektif dan memperjelas aspek tertentu dalam penelitian.

Mengikuti Pedoman Penulisan Kampus

Setiap perguruan tinggi atau program studi dapat memiliki pedoman penulisan tesis yang berbeda. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mengikuti aturan yang ditetapkan oleh institusinya.

Ketentuan tersebut dapat berkaitan dengan struktur bab, format penulisan, sistem sitasi, daftar pustaka, tabel, gambar, margin, jenis huruf, format halaman, maupun prosedur pengajuan dan ujian tesis.

Mengikuti pedoman sejak awal akan mengurangi pekerjaan revisi administratif pada tahap akhir. Mahasiswa juga sebaiknya menggunakan template atau panduan resmi yang diberikan program studi apabila tersedia.

Persiapan Menghadapi Sidang Tesis

Setelah tesis selesai, mahasiswa perlu mempersiapkan diri menghadapi ujian atau sidang. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membuat ringkasan penelitian dalam bentuk presentasi.

Presentasi sebaiknya memuat informasi utama seperti latar belakang, rumusan masalah, tujuan, teori atau kerangka penelitian, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, dan rekomendasi sesuai kebutuhan program studi.

Yang paling penting bukan membuat presentasi dengan desain yang terlalu rumit, tetapi memastikan bahwa mahasiswa benar-benar memahami setiap informasi yang disampaikan. Jangan memasukkan angka, teori, atau kesimpulan yang tidak dipahami sendiri karena penguji dapat meminta penjelasan lebih lanjut.

Menjaga Konsistensi Selama Proses Penelitian

Penyusunan tesis membutuhkan waktu dan konsistensi. Ada kemungkinan mahasiswa menghadapi revisi, data yang tidak sesuai, perubahan metode, atau hasil penelitian yang berbeda dari dugaan awal.

Kondisi tersebut merupakan bagian dari proses akademik. Penelitian tidak selalu menghasilkan temuan yang sesuai dengan harapan peneliti. Yang penting adalah proses penelitian dilakukan dengan metode yang benar dan hasilnya dijelaskan secara objektif.

Karena itu, mahasiswa perlu menjaga motivasi dan menyelesaikan penelitian secara bertahap. Konsistensi dalam membaca, menulis, mengolah data, dan berkonsultasi akan lebih efektif dibandingkan bekerja dalam jumlah besar hanya ketika tenggat waktu sudah dekat.

Data, Metode, dan Kualitas Hasil Penelitian

Kualitas hasil penelitian sangat dipengaruhi oleh kualitas data dan ketepatan metode yang digunakan. Data yang tidak sesuai dengan tujuan penelitian dapat menghasilkan kesimpulan yang lemah meskipun proses pengolahan dilakukan menggunakan perangkat lunak yang canggih.

Metode penelitian dapat diibaratkan sebagai alat yang digunakan untuk mengolah bahan penelitian. Jika alat yang digunakan tidak sesuai dengan kebutuhan, hasil analisis juga berpotensi tidak menjawab masalah yang sebenarnya.

Karena itu, mahasiswa perlu memastikan adanya hubungan yang jelas antara masalah penelitian, tujuan, teori, metode, data, analisis, dan kesimpulan. Setiap bagian harus saling mendukung sehingga tesis memiliki alur berpikir yang konsisten.


Penyusunan tesis merupakan proses akademik yang membutuhkan perencanaan, ketekunan, penguasaan metode, dan kemampuan mengelola waktu. Mahasiswa sebaiknya tidak hanya berfokus pada bagaimana menyelesaikan tulisan, tetapi juga memahami penelitian yang sedang dilakukan.

Langkah awal yang penting adalah memilih masalah yang relevan dan dapat diteliti. Setelah itu, mahasiswa perlu memperkuat pemahaman melalui literatur, menentukan metode yang sesuai, memastikan ketersediaan data, serta menyusun jadwal penelitian secara realistis.

Bagi penelitian kuantitatif, penguasaan metode statistik menjadi bagian penting karena teknik analisis harus sesuai dengan karakteristik data dan tujuan penelitian. Penggunaan perangkat lunak dapat membantu proses pengolahan, tetapi tidak menggantikan kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menjelaskan hasil analisis.

Pada akhirnya, tesis yang baik bukan hanya tesis yang selesai tepat waktu, tetapi tesis yang benar-benar dipahami oleh penulisnya. Mahasiswa harus mampu menjelaskan mengapa penelitian tersebut dilakukan, bagaimana data diperoleh, mengapa metode tertentu digunakan, apa arti hasil analisis, dan bagaimana kesimpulan ditarik dari hasil penelitian.


Dengan perencanaan yang matang, pemilihan masalah yang realistis, penguasaan metode, pengelolaan data yang baik, konsultasi rutin dengan pembimbing, serta konsistensi dalam menyelesaikan setiap tahap, proses penyusunan tesis dapat menjadi lebih terarah. Tesis kemudian tidak hanya menjadi syarat memperoleh gelar magister, tetapi juga menjadi latihan penting dalam membangun kemampuan berpikir ilmiah, analitis, kritis, dan bertanggung jawab.

Baca Juga